Membentuk generasi muslim yang cerdas, berprestasi bertaqwa berahlak mulia dan berdaya guna bagi agama, bangsa dan negara.

SMPIT AR-RUDHO

  /  Artikel   /  Semarak Tahun Baru Islam

Semarak Tahun Baru Islam

Tahun Baru Islam tahun ini jatuh pada hari Selasa 10 Agustus 2021, dimana seluruh umat muslim didunia merayakan tahun baru hijryah dengan berbagai aktivitas yang dapat meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Tahun baru hijriyah merupakan hari istimewa dimana berabad jarak yang telah lalu Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah karena Nabi Muhammad kehilangan istri tercinta, Khadijah, disusul dengan meninggalnya sang paman sekaligus pelindungnya, Abu Thalib. Orang-orang Makkah semakin terbuka dalam menyerang Nabi.

Tahun baru islam 1443 Hijriyah 1 Muharram, jatuh pada Selasa, 10 Agustus 2021. Hari tersebut merupakan titik balik setiap umat muslim untuk memaknai arti kata hijrah. Hijrah menurut Bahasa memiliki dua arti, yang pertama merupakan perpindahan dari suatu tempat menuju ke tempat yang lebih baik. Dan kedua yaitu perubahan dari satu kondisi kepada kondisi yang lebih baik. Adapun hijrah yang dilakukan Nabi Muhammad bersama para sahabat RA. Dari kota Mekkah menuju ke Yastrib / (Al Madinah – Al Munawwarah).

Adapun spirit berhijrah dalam konteks hari ini adalah memperbaiki kualitas hidup yang berisi dan menuju kepada kebaikan dan perbaikan dalam beribadah pada Allah SWT. Mari kita mulai meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT untuk memperkokoh niat dan memaksimalkan upaya untuk mentaati segala perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Ada banyak amalan – amalan yang dapat dilakukan saat tahun baru islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satunya adalah menunaikan ibadah sunah. Orang yang menjalankan amalan tersebut akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Adapun berikut amalan tahun baru Islam yang dicontohkan Rasul saat memasuki bulan Muharam.

  1. Membaca Doa Akhir Tahun

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

 

Artinya:
“Ya Allah, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.

Ya Allah, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Allah Yang Maha Pemurah.”

 

2. Membaca Doa Akhir Tahun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya:

Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

3. Berpuasa Sunah

Memperbanyak puasa di bulan Maharam disunahkan. Tahun baru sebaiknya diisi dengan amal saleh dan puasa yang menjadi amalan utama. Seperti yang tercantum dalam Hadis Riwayat Abu Hurairah, “Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘Setelah Ramadan, puasa di bulan apa yang lebih afdal?’ Nabi menjawab, ‘Puasa di bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharam.”

Selain amalan utama pada pada tahun baru islam di atas, dibulan Muharram juga sama seperti dibulan – bulan mulia lainnya dianjurkan dengan memperbanyak membaca Al – Qur’an, berdzikir, mengerjakan salat malam hingga bersedekah.

Semangat berhijrah untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari, Yuk follow Social Media SMPIT AR-RUDHO sebagai berikut ya :

Website : www.smpitarrudho.sch.id
Instagram : @smpitarrudho
Facebook : @smpislamterpaduarrudho
Youtube : SMPIT AR-RUDHO
Telephone : 081318784004 / 021-8649354

Post a Comment