Membentuk generasi muslim yang cerdas, berprestasi bertaqwa berahlak mulia dan berdaya guna bagi agama, bangsa dan negara.

7 Cara Siap Hadapi Pendidikan New Normal Tahun 2021

7 Cara Siap Hadapi Pendidikan New Normal Tahun 2021

Pemerintah telah mengumumkan bahwa kebijakan new normal pada sector pendidikan akan segera diterapkan di Indonesia. New normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Mau tidak mau guru beserta murid harus mengupayakan adaptasi dalam tatanan aktifitasnya yang akan dilaksanakan disekolah nanti. Upaya adaptasi yang dapat dilakukan oleh setiap murid antara lain dengan cara mengurangi kontak fisik, menghindari kerumunan, melakukan social distancing dan menerapkan pola hidup sehat. Pola adaptasi tersebut secara lengkap terdapat dalam aturan protokol kesehatan yang telah disosialisasikan oleh pemerintah dalam berbagai media.

Salah satu kunci dan cara siap hadapi pendidikan new normal tahun 2021 dalam menghadapi Covid-19 adalah dengan menerapkan protokol kesehatan dari pemerintah sebagai pola adaptasi perilaku untuk para siswa & siswi. Perihal tersebut memutuskan memang anak harus kembali belajar di sekolah, akan tetapi keputusan tersebut perlu dilakukan koordinasi semua pihak terutama dengan pihak KPAI da juga orang tua/wali murid.

Para siswa dan siswi pun harus siap mental. Lakukan koordinasi terus menerus melibatkan peran serta orangtua untuk itu agar pihak sekolah dan murid siap menghadapi pendidikan new normal. Berikut ini 7 cara siap hadapi pendidikan new normal tahun 2021 :

1. Membersihkan lingkungan sekolah dengan menyemprotkan disinfektan.
2. Melengkapi sarana dan prasarana pendukung untuk kegiatan mencuci tangan di setiap kelas.
3. Mengundang orangtua/wali peserta didik, dan komite untuk mensosialisasikan gerakan new normal dan meminta dukungan dari orang tua dan komite.
4. Menjalin kerja sama dengan dinas kesehatan dan meminta tenaga kesehatan minimal perawat untuk berada di lingkungan sekolah setiap satu minggu sekali guna melakukan pemeriksaan peserta didik, dengan tujuan bila ada peserta didik menunjukkan gejala Covid-19 dapat segera dirumahkan.
5. Membuat jadwal guru yang akan mengontrol social distancing peserta didik selama di dalam kawasan sekolah.
6. Kepala sekolah beserta wakil kurikulum dan kesiswaan, membagi jumlah peserta didik dalam satu kelas menjadi dua bagian, dengan tujuan agar penerapan sosial distancing di dalam kelas dapat dijalankan. Jaga jarak antarpeserta didik dapat diterapkan jika kepadatan jumlah peserta didik dikurangi.
7. Melaksanakan proses pembelajaran dalam dua shift atau dua gelombang, pagi dan siang.

Semoga kita semua dapat melakukan kegiatan belajar dan mengajar dengan baik dan aman ya sobat Ar-Rudho J Untuk informasi lebih lanjut yuk follow social media Smpit Ar-Rudho berikut :

Instagram : @smpitarrudho
Facebook : @smpislamterpaduarrudho
Youtube : SMPIT AR-RUDHO
Telephone : 081318784004 / 021-8649354

Post a Comment